Malioboro Bebas Parkir

Malioboro Bebas Parkir

Malioboro terlihat berbeda. Tidak banyak kendaraan roda dua yang terpakir di sisi timur jalan seperti biasa. Hal ini disebabkan absennya juru parkir Malioboro menyusul rencana Pemerintah Kota Yogyakarta merelokasi kawasan parkir Malioboro ke Abu Bakar Ali mulai 4 April 2016.

Komunitas bagi Difabel Netra

Komunitas bagi Difabel Netra

Braille’iant adalah komunitas yang memfasilitasi difabel netra melalui berbagai kegiatan seperti kursus bahasa Inggris, pendampingan Ujian Nasional, dan pengadaan buku audio.

Jogja Independent, Kritik untuk Parpol

Jogja Independent, Kritik untuk Parpol

Menghadapi pemilihan walikota Yogyakarta Februari 2017, sejumlah pihak menggagas gerakan bernama Jogja Independent, yang bertujuan menjaring calon walikota dari luar partai politik.

Berbaginasi Tidak Hanya Berbagi Nasi

Berbaginasi Tidak Hanya Berbagi Nasi

Bermula dari aktivitas sederhana yaitu membagikan nasi bungkus untuk kalangan tidak mampu, kini Komunitas Berbaginasi telah merambah ke pemberdayaan ekonomi warga melalui beragam kegiatan.

Sendratari Sugriwo dan Subali, Hadir Rutin di Kulon Progo

Sendratari Sugriwo dan Subali, Hadir Rutin di Kulon Progo

oleh Nadzifah Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bekerja sama dengan LPM Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan masyarakat Desa Jatimulyo Girimulyo mengadakan pentas sendratari kolosal Sugriwo Subali di Goa Kiskendo pada 19 April lalu. Pentas yang akan dilakukan rutin ini bertujuan menarik minat wisatawan sekaligus melanjutkan tradisi dari perbukitan Menoreh. Rencananya, pentas akan diadakan sebulan sekali mulai Maret hingga Desember 2015, setiap […]

Tak Hanya Ponorogo, Yogya juga Punya Reog!

Tak Hanya Ponorogo, Yogya juga Punya Reog!

“Kesenian ini memang berbeda dengan yang ada di Ponorogo. Ini karena sesepuh kita dulu menganggap keprajuritan juga reog. Kesenian ini menonjolkan bentuk gerak berbaris dan latihan peperangan yang dipimpin Manggala atau komandan,” kata Sardi selaku ketua paguyuban Reog Budaya Manunggal saat pementasan di Alun-Alun Sewandanan, Pakualaman (5/4).

Panji Budaya, Bangkitkan Kembali Wayang Topeng Setelah 32 Tahun

Panji Budaya, Bangkitkan Kembali Wayang Topeng Setelah 32 Tahun

Saat ini jumlah anggota Panji Budaya ada sekitar 20 pemain dan 18 pengrawit. Usia mereka pun sudah cukup tua, rata-rata di atas 50 tahun. Tidak ingin kejadian wayang topeng yang nyaris punah terulang kembali, regenerasi telah mulai mereka lakukan. Setiap minggunya anak-anak SMP hingga SMA berlatih wayang topeng.