Penggunaan Dompet Digital sebagai Metode Transaksi Kian Meningkat

Oleh: Sarah Widi Ardhani

Pengguna dompet digital yang kian meningkat sejalan dengan tingginya pilihan masyarakat untuk menggunakannya sebagai metode transaksi. Survei Jakpat pada September hingga Desember 2020 menyebut 80% dari 93% pengguna aktif dompet digital lebih memilih metode tersebut dibanding uang tunai atau kartu debit sebagai metode transaksi.

Survei tersebut juga menyatakan 78,8% penggunanya memilih dompet digital sebagai metode transaksi karena kemudahan penggunaan. Sedangkan alasan lain menyebut karena dompet digital menawarkan banyak promo. Misalnya, Shopeepay yang memberikan voucher cashback setiap pembelian barang menggunakan Shopeepay.

“Makin lama bukan itu (promo) saja yang diinginkan oleh konsumen, tetapi poin dari keberlanjutan. Jadi, user experience atau kenyamanan user adalah next step dari promosi,” ujar Bhima Yudhistira, Peneliti Centre of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dalam webinar “Riset Pertumbuhan Dompet Digital di Pandemi” yang disiarkan melalui kanal Youtube Marketeers (2/9/2020).

Sementara alasan tertinggi ketiga adalah pengguna tidak perlu membawa uang tunai jika melakukan pembayaran dengan dompet digital.

Eca (23), salah satu pengguna aktif dompet digital mengatakan ia terkadang malas melakukan tarik tunai. Ia lebih memilih top up saldo ke dompet digitalnya dan melakukan pembayaran dengan metode tersebut.

Sedangkan alasan lain, seperti menghindari penyebaran COVID-19, jaminan keamanan, kemudahan melihat riwayat transaksi, dan menghindari situasi saat tidak ada kembalian menjadi alasan sampingan.

Di satu sisi, Bhima mengatakan dompet digital masih memiliki beberapa tantangan. Di antaranya, jaringan internet yang tidak merata dan porsi dompet digital terhadap seluruh transaksi keuangan di Indonesia relatif kecil, yakni 5%.

Namun, ia berharap pandemi COVID-19 semakin mendorong masyarakat bertransaksi secara digital, sehingga porsinya terhadap seluruh transaksi keuangan semakin meningkat dalam kurun waktu 1-2 tahun. (Editor: Yogama Wisnu Oktyandito)