Indonesian Scooter Festival: Buah Kreativitas Anak Muda Jogja

Oleh: Christian Theo D.H.

Ajang kumpul terbesar pecinta skuter di Indonesia kembali digelar untuk ketiga kalinya pada 21-22 September 2019. Bertempat di Jogja Expo Center, acara ini dihadiri lebih dari 350 komunitas dari penjuru Nusantara.

Dari jarak 500 meter mendekati Jogja Expo Center, sudah terdengar riuh rendah suara knalpot mesin 2-tak khas skuter lawas. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, gelaran Indonesian Scooter Festival (ISF) 2019 kali ini berlangsung lebih meriah, terlihat dari ribuan pengunjung yang memadatiĀ area acara.

Gambar 1: Dwi Yudha Danu, founder Indonesian Scooter Festival/dok. Christian Theo D.H. (22/9)

Tema “Scooter for Life” yang diusung dalam ISF 2019 mengandung makna yang mendalam. Menurut Dwi Yudha Danu, founder Indonesian Scooter Fest yang berasal dari Yogyakarta, tema ini berarti “skuter seumur hidup sekaligus skuter untuk kehidupan.” Tema ini diangkat karena fenomena penggunaan skuter yang banyak digunakan untuk menyokong kehidupan penggemarnya, baik itu untuk moda transportasi sehari-hari maupun menjalankan profesinya seperti berdagang.

 

Gambar 2: ISF 2019 berkolaborasi dengan beberapa skuteris Youtuber kondang di Indonesia. / dok. akun Instagram @indonesianscooterfest (22/9).

Di Yogyakarta sendiri, komunitas skuter punya ciri khas dan keistimewaan dalam segi kreativitas dan kerukunan. Saat ditemui wargajogja.net, founder yang akrab disapa Yudha ini mengaku mengadakan ISF untuk mewadahi kreativitas skuteris muda Yogyakarta sekaligus menjadi ajang silaturahmi. Budaya guyub rukun yang sudah ada di banyak komunitas skuter Yogyakarta menjadi modal utama acara ini.

“Yogyakarta itu kota yang istimewa. Saya melihat banyak karya hasil kreativitas anak muda Yogyakarta yang potensial, bahkan menjadi barometer bagi komunitas lain. Dari situlah, harapannya acara ini dapat menginspirasi anak muda lain di Indonesia,” tambahnya.

Salah satu komunitas asli Yogyakarta bernama YKModsSquad turut memeriahkan ISF 2019 dengan membuka lapak di area acara. Erwan, pencetus komunitas ini, tidak hanya menggemari skuter, namun juga berbisnis merchandise serta pernak-pernik khas skuteris seperti baju, stiker, dan sebagainya.

“Dari sekadar hobi, kita bisa menghasilkan uang, juga nambah saudara yang banyak,” ungkap Erwan. Apa yang dipraktikkan Erwan ini menjadi bukti keistimewaan anak muda Yogyakarta dalam berekspresi melalui hobinya.

Gambar 3: ISF 2019 menarik minat dan antusiasme skuteris dari berbagai daerah. /dok. Christian Theo D.H.(22/9)

Bak mencerminkan keragaman Indonesia, acara ini tidak hanya dihadiri skuteris berbagai daerah namun juga penikmat skuter dari berbagai aliran. Mulai dari skuter Eropa sampai Jepang, dari yang paling antik hingga yang paling modern sekalipun. Acara ini juga dinikmati berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Tidak heran jika gelaran ini dijuluki “lebaran” pecinta skuter.

Tidak hanya menjadi ajang berkumpul, ISF 2019 juga menjadi sarana edukasi serta wadah kreativitas skuteris. Salah satu pengunjung bernama Wahyudi mengaku mendapat banyak wawasan baru dalam acara ini.

“Banyak ketemu skuteris lain, jadi bisa ngobrol dan sharing soal Vespa dan serba-serbinya. Jadi tahu juga, ternyata banyak orang pakai skuter buat bisnis,” tambah Wahyudi.