Machel: Scooter Huhah Diluncurkan Jelang Pandemi

Scooter HUHAH dirintis oleh wirausahawan remaja Machel Azidar  (5/24).

Oleh: Govindarajan Umar Faruq Aziz

 

Menjadi wirausaha di usia muda bukan lagi menjadi hal yang mustahil dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh remaja kelahiran Kota Yogyakarta yang saat ini berusia 16 tahun. Dia sukses merintis usaha penjualan sparepart skuter vespa.

Machel Azidar, seorang siswa SMAI Al- Azhar Yogyakarta pemilik dari bengkel “Scooter HUHAH” yang menjual berbagai suku cadang skuter. Saat ini Sooter HUHAH telah memiliki satu mekanik yang siap memberikan servis khusus sepeda motor vespa.

“Awalnya bikin online shop dulu terus alhamdulillah saat ini sudah bisa menyediakan toko offline,”  tuturnya. Sejak dibelikan vespa, Machel memang aktif di dunia vespa. Akun khusus vespanya saat ini memiliki hampir 1000 pengikut di instagram. Sampai saat ini ia masih aktif dalam berjualan secara dari melalui media instagram.

Dengan bermodalkan mengontrak sebuah ruko outlet Scooter HUHAH yang berlokasi di Jalan Monjali  dibuka pada 6 Maret 2021, atau seminggu sebelum pemerintah secara resmi nyatakan Covid-19 masuk ke Indonesia. Scooter Huhah beroperasi setiap hari mulai pukul 12.00 hingga 20.00 WIB. Meski baru saja dibuka barang yang dijual sudah cukup lengkap sehingga menarik calon pembeli.

“Membuka toko di tengah pandemi itu resikonya tinggi, karena peminat Vespa kebanyakan berasal dari luar kota. Kadang sehari kami tidak dapat pembeli satupun, karena kebanyakan pembeli adalah mahasiswa dari luar kota,” kata Ifan Andri, mekanik Scooter HUHAH.

Kondisi ekonomi di tengah pandemi yang memang lagi sulit tentu saja memberikan dampak bagi seluruh kalangan usaha. Apalagi saat ini minat untuk melakukan modifikasi motor sedang menurun dan banyak dari pelanggan yang menunda untuk melakukan modifikasi tentu menjadi tantangan untuk toko yang baru saja dibuka.

“Apalagi untuk servis motor, jarang sekali orang lakukan perawatan Vespa sebab saat ini orang-orang jarang keluar rumah dengan motor. Skuter mereka jarang dipakai sehingga mereka lebih memilih mengganti oli nanti diservis sendiri di rumah,” tambah Ifan.

Dengan kondisi yang belum membaik Machel tetap semangat dalam berjualan. Meskipun masih sering sepi pembeli ia terus melakukan penambahan barang dan tidak mengurangi stok toko. Hingga saat ini ia masih terus melakukan penambahan variasi barang untuk dijual di tokonya.

“Di sini barangnya lengkap, banyak variasi merk- merk luar jadi enak milihnya. Tempatnya juga dekat rumah,” kata Ardhian Muhammad pelanggan Scooter HUHAH.

Tak hanya menjual sparepart saja, saat ini Machel juga menjual motor vespa tangan kedua. Kegiatan berjualan motor bekas ini baru ia lakukan satu bulan ini. Saat ini pelanggan Scooter HUHAH banyak berasal dari luar kota seperti Magelang dan Klaten. Kebanyakan dari mereka tidak menemukan barang yang diinginkan di kota asal mereka.

Dengan inovasi yang terus dilakukan Machel berharap kedepannya Scooter HUHAH dapat menjadi toko bahkan brand vespa yang lebih besar lagi.

“Untuk ke depannya saya ingin memiliki toko di tempat sendiri, bisa punya toko sendiri biar lebih leluasa buka bengkel. Ke depannya saya berharap pelanggan semakin banyak dan  pilihan barang makin lengkap,” kata Machel.

Dengan kerja keras dan pantang menyerah Machel yakin bahwa dia dapat mencapai cita -citanya bahkan pada usianya yang masih belia.