Jasa Bersih-Bersih dan Pengepakan Barang Kos, Peluang Bisnis di Tengah Pandemi

Tim Rupa Resik menyemprotkan pewangi ruangan ke kamar kos pelanggan mereka (Sumber: Rupa Resik)

Oleh: Farwa Malika

Perkuliahan daring pada masa pandemi menyebabkan banyak mahasiswa pendatang di Yogyakarta memilih untuk pulang ke daerah asal mereka. Kamar-kamar kos yang ditinggal membuka peluang bisnis berupa jasa bersih-bersih, pengepakan, dan penitipan barang-barang kamar kos.

Rifky, pemilik jasa bersih-bersih kos dan rumah, Rupa Resik, melihat peluang bisnis ini di lingkungan sekitarnya di daerah Sleman. “Saya melihat banyak orang yang terkena pemutusan hubungan kerja akibat pandemi ini. Dari hal tersebut ada niatan untuk berkontribusi dalam pengembangan masyarakat untuk membuka lapangan pekerjaan,” kata Rifky, yang mendirikan Rupa Resik pada Juli kemarin.

GoLife (layanan dari Gojek yang bergerak dalam bidang kebutuhan sehari-hari, termasuk GoClean yang menyediakan jasa cleaning service) yang pada saat itu sudah bubar, juga menjadi motivasi Rifky untuk memulai bisnisnya. Rupa Resik pun lahir dengan menyediakan jasa kebersihan, penitipan barang, pengangkutan barang, dan pengepakan barang-barang kos.

Berbeda dengan Rifky, Tomi, mahasiswa di  Yogyakarta asal Solo, melihat peluang ini dari keresahannya sendiri. Tomi menceritakan, saat masa peralihan kuliah menjadi daring, ia dilema saat harus memperpanjang sewa kamar kosnya. Menceritakan keresahannya kepada teman-temannya, ternyata mereka pun merasakan hal yang sama. Tomi mulai mempunyai ide untuk membuat jasa penitipan barang.

Bisnisnya, Kita Jagain, saat ini menyediakan jasa untuk pengepakan barang, titip barang, kirim barang, titip kendaraan, yang dilengkapi dengan perawatan berkala dari mereka

Barang-barang pelanggan Kitajagain yang siap dipaketkan ke pemiliknya (Sumber: Kitajagain)

Kita Jagain, yang mulai beroperasi mulai Juni kemarin, berhasil menggaet kurang lebih 37 konsumen hingga pertengahan Oktober. Omzet yang didapatkan dari awal membuka bisnis hingga sekarang mencapai lebih dari Rp25 juta.

Pelanggan jasa bersih-bersih, pengepakan, dan penitipan ini kebanyakan adalah penghuni kos, terutama mahasiswa yang menjalankan perkuliahan daring semester ini dari kampung halaman mereka.

Efan, mahasiswa asal Yogyakarta, juga membuka bisnis serupa yaitu Bersihin Aja, Paketin Aja, dan Bengkelin Aja bersama kawannya semenjak Juli. Tantangan terbesar yang mereka hadapi dalam menjalankan bisnis ini yang adalah konsumen yang kurang komunikatif dan detail dalam menginformasikan pesanan mereka.

Kamar kos yang akan dibersihkan (Sumber: Bersihin Aja)

Salah satu konsumen dari jasa Bersihin Aja, Ayu, menggunakan jasa pengepakan dan bersih-bersih setelah ia memutuskan untuk keluar dari kos yang sebelumnya ia tempati.

Ayu, yang merupakan mahasiswa asal Bali, berpendapat bahwa jasa ini sangat membantunya yang tidak bisa kembali ke Yogyakarta, untuk mengemasi barang-barangnya yang ditinggal di kos akibat pandemi Covid-19.