Little Garden, Menjual Makanan Sehat dari Tumbuhan

Selain menjual bahan dan bumbu masak, Bulk Store Little Garden, Maguwoharjo juga menjual berbagai kebutuhan rumah tangga yang ramah lingkungan. (Sumber: dokumentasi Little Garden)

Oleh: Qonita Nur Amalia

Berdiri pada 2013, restoran Little Garden yang berada di Maguwoharjo, Depok, Sleman khusus menyajikan makanan sehat bagi konsumennya. Seiring berjalannya waktu, mereka beralih ke makanan dari tumbuhan saja.

Berangkat dari kepedulian akan kesehatan di kemudian hari, Dewi (37) dan suami sebagai pendiri Little Garden memutuskan untuk mulai mengkonsumsi sayur tiap harinya. Lantas, karena memang makanan dan minuman di Little Garden merupakan makanan dan minuman sehari-hari yang dikonsumsi oleh Dewi dan suami, maka Little Garden juga beralih ke makanan dari tumbuhan sejak 2015. Namun, sedari awal mereka sudah menyajikan makanan sehat, hanya saja masih menggunakan produk hewani.

“Dulu, makan apa tidak dipikir lebih dulu. Hingga pada akhirnya saya dan suami mencoba berhenti. Kami membiasakan diri untuk makan sayur setiap harinya, untuk kebutuhan sendiri, sambil kami bagikan makanan kami ini di Little Garden,” kata Dewi (7/10).

View this post on Instagram

Thanks for visited in our little garden. Ibu 🙏🙇 #Repost @yoear • • • JOGJA Hari ke-2 Gak mau sarapan di hotel. Maunya sarapan di tempatnya mbak @sarahcandra di @lokalokabistro. Pastinya bisa ngerasain juicenya mbakSarah. Jamuannya dimulai dengan Juice ABC, Lemon Water, Tempe Meat Ball, Pumpkin Carrot Soup with tortilla, Cassava Chips dgn 3 macem dipping (babaghanoush, hummus dan kemangi pesto). Lalu dioleh2in Water kefir buah naga merah, Pinacolada Green Juice dan Selai Markisa. Wah senengnyaaa.. maturnwuun ya, mbakSarah. Setelah dapet pencerahan dari mbakSarah utk mampir ke @kalokapottery, maka kecebur nikmat lah aku dan Mpy di toko ini. Gotong2 kerdus kami berdua ke @littlegardenresto nya mbakDewi. Janjian ama ciAriana @madreevegancheese. Dapet oleh2 Smoked Gouda Whiskey dan Natural american cheddar. Enuuuk tenaaaan yaa.. Sajian menu di tempatnya mbakDewi adalah Black Rice Tacos dengan jamur dan nangka berbumbu rempah india, sayuran segar dan vegan creamy saus, Teriyaki Tempeh, Portobello Mushroom Platter. Ngobrol ampe malem.. Menembus ujan deres, ditemenin ciAriana, kami ke @kebunroti, ketemu ama ciAnne. Ngicipin Strawberry Pops dan Vegan Pizza. Pas mau pulang, malah bs ketemu ama masEeng. Jadi hari ini judulnya kenyang maksimal. Dan yg lebih enak lagi adalah smua itu tinggal makan. Maturnuwun utk segala kenikmatan hari ini. Nikmat mana yang kaudustakan.. 🙏🏻🙏🏻☺

A post shared by PLANT BASED (real foods) (@littlegardenyk) on

Menghadirkan makanan dan minuman Indonesia, bahan dan bumbu masak yang digunakan berasal dari produk-produk lokal. Sebagian besar bahan dan bumbu masak merupakan buatan rumahan yang diambil langsung dari petani atau produsen. Selain itu, mereka juga memiliki kebun kecil yang ditanami berbagai sayur dan rempah yang memang dibutuhkan sebagai bahan dan bumbu masak.

Semua resep di Little Garden merupakan racikan Dewi yang didapat dari resep nenek dan ibunya dan kemudian diolah kembali. Salah satu pengunjung Little Garden, Anty (20), menyampaikan bahwa meskipun dia bukan orang yang menjalani gaya hidup sehat, dia bisa menikmati makanan yang disajikan di Little Garden.

“Makanan yang disajikan Little Garden cukup menarik dan beda dari kebanyakan makanan pada umumnya,” kata Anty (7/10).

Selain menjual makanan dan minuman, mereka juga menjual berbagai bahan dan bumbu masak. Awalnya, produsen bahan dan bumbu masak untuk Little Garden ditawarkan untuk menjual produknya di Little Garden. Dari situ, sedikit demi sedikit produk dititipkan untuk dijual di Little Garden. Akhirnya, terciptalah toko sebagai wadah berbagai produk tersebut.

“Biar menambah semangat produsen, selain harus memasok ke resto, mereka juga bisa tampil sebagai dirinya sendiri,” kata Dewi (7/10).

Mulanya, mereka menjual bahan dan bumbu masak dalam kemasan. Namun, mereka berkeinginan untuk memiliki bulk store dengan alasan lebih ramah lingkungan. Tahun 2019, mereka bertemu dengan teman dari @ranahbhumi yang berencana mendirikan bulk store miliknya sendiri. Alhasil Dewi langsung meminta bantuan temannya untuk sekaligus membuatkannya bulk store di Little Garden. Little Garden kemudian memiliki bulk store lantas berkolaborasi dengan @ranahbhumi soal produsen bahan dan bumbu masakan. Kini, masalah produsen bahan dan bumbu masakan dipengang oleh @ranahbhumi dan Little Garden tidak lagi perlu datang langsung ke produsen.

Bulk Store yang menjual berbagai bahan dan bumbu masak yang sama dengan yang digunakan Little Garden (7/10).

Untuk terus bertahan selama tujuh tahun berdiri, ada berbagai tantangan yang menghampiri. Mulai dari jumlah pengunjung yang tidak bisa sebanyak restoran pada umumnya karena memilih untuk menyuguhkan makanan dari tumbuhan. Lalu, lokasi restoran yang berada di dalam perumahan sehingga tidak mudah dijumpai juga menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. “Ketika buka di rumah sendiri, saya sudah berkomitmen untuk membuktikan bahwa membuat usaha tidak harus sewa bangunan di pinggir jalan raya,” kata Dewi (7/10).

“Awalnya memang nangis-nangis. Tapi saya pikir, kalau kami tekun dan memberikan produk yang baik, pasti mereka akan datang,” tutur Dewi (7/10).

Pada akhirnya, upaya yang bisa mereka lakukan untuk mengatasi tantangan yang hadir adalah dengan terus berkonsisten dengan apa yang ingin diberikan. Keputusan Little Garden untuk beralih menyajikan makanan dari tumbuhan dan masih konsisten hingga saat ini, dilihat sebagai pencapaian yang membahagiakan bagi Dewi. Yayang yang merupakan manajer dari Little Garden juga menyampaikan bahwa sejauh ini, Little Garden membawa dampak yang baik untuk dirinya. Salah satunya untuk tubuhnya karena ia turut mengkonsumsi makanan dari tumbuhan. Selain itu, mereka juga terus konsisten dalam pemberdayaan masyarakat dengan cara melibatkan mereka untuk membantu mengolah makanan.

Saat ini, Little Garden sedang menjalankan proyek terbarunya berupa kolaborasi dengan Rumah Jembarati, Cangkringan, Sleman. Little Garden sebagai penyedia makanan dan minuman, sedang Rumah Jembarati sebagai penyedia tempat. Kolaborasi ini dilakukan sejak 7 Oktober hingga 31 Oktober 2020.

Setelah berbicara lebih jauh dengan pihak Rumah Jembarati, mereka berencana untuk pindah ke sana. “Dilihat dari responsnya seperti apa, jadi tidak menutup kemungkinan akan di sini terus, tidak menutup kemungkinan juga kami akan kembali (ke Maguwo),” kata Dewi (7/10).

Little Garden berkolaborasi dengan Rumah Jembarati. Untuk bisa makan di sana, diperlukan reservasi terlebih dahulu (7/10).

Di mana pun nanti Little Garden berada, mereka berharap agar bisa terus bermanfaat, tidak untuk diri sendiri, tetapi juga bisa bermanfaat dengan sekitar. “Minimal kami berdampak positif untuk tetangga-tetangga untuk bisa ikut berkarya bersama kami,” terang Dewi (7/10).